contoh penyelesaian data dengan ARIMA

Sabtu, 24 Desember 2011

Data
99.59
92.5
101.58
103.75
110.01
98.65
110.18
109.7
97.7
95.33
103.82
94.06
96.19
104.43
115.68
90.23
103.31
108.2
90.86
94.77
95.48
98.4
86.75
96.2
108.4
87.34
94.04
107.26
107.81
98.86
101.83
90.43
97.48
101.88
107.14
92.49
95.1
103.15
103.01
98.01
106.31
97.76
98.66
98.03
109.33
91.5
101.01
108.19
105.56
104.32
100.35
98.91
99.06
106.27
107.68
96.36
102.43
109.71
115.74
99.67
97.44
97.43
95.95
93.02
105.18
86.74
103.11
101.4
112.07
98.21
95.81
90.43
99.74
92.03
108.11
92.74
101.17
95.34
110.52
103.08
101.02
87.8
102.1
90.86
102.93
93.99
100
103.54
115.42
101.17
107.61
95.61
96.87
98.99
94.88
95.38
99.42
105.91
102.49
102.01
105.95
95.73
102.55
96.53
85.95
95.43
106.29
104.43
105.46
101.11
100.33
98.12
100.1
93.86
92.06
95.35
112.54
99.49
98.39
101.42
105.3
104.67
94.85
98.5
88.54
105.2
115.73
100.15
102.7
101.22
99.61
112.92
85.43
94.69
97.63
103
117.6
105.19
99.23
96.72
103.27
105.17
94.9
102.89
90.13
99.83
108.78
110.47
100.56
100.39
109.69
106.57
93.75
99.3
89.01
101.59
102.78
121.82
106.94
91.71
103.21
102.42
91.68
107.49
95.04
95.65
100.47
113.97
99.44
101.41
98.26
98.66
95.9
108.46
98.89
100.31
105.5
113.72
102.26
102.84
93.73
101.35
100.22
103.63
93.17
103.26
110.26
110.48
95.61
96.84
84.29
95.75
101.95
110.07
95.64
108.57
105.75
102.62
99.11
91.12


·      Uji Stasioneritas
Sebelum dilakukan model ARIMA, data harus stasioner (terhadap varians dan mean). Untuk melihat kestasioneran data dapat menggunakan time series plot. Berikut ini time series plot dari data diatas.
Gambar 1 Time Series Plot
Gambar 1 menunjukkan bahwa data sudah stasioner terhadap varians dan mean. Untuk membuktikan kestasioneran data terhadap varians dapat dilihat pada lamda atau rounded value dari hasil box cox.
Gambar 2 Box Cox
Gambar 2 menunjukkan bahwa rounded value atau lamda pada data sebesar 1,00 sehingga data sudah stasioner terhadap varians.

·      Identifikasi model
Identifikasi model dapat dilihat dari Autocorrelation Function  (ACF) dan  Partial Autocorrelation Function  (PACF). Berikut ini ACF dan PACF dari data diatas.
Gambar 3 ACF


Gambar 4 PACF
Gambar 3 menunjukkan bahwa ACF menyusut secara eksponensial atau pola gelombang sinusoidal tidak begitu jelas. Gambar 4 menunjukkan pada PACF ada bar dampai lag p. Dari bentuk ACF dan PACF tersebut, maka data diidentifikasi memiliki model AR.

·      Estimasi Model ARIMA
Berdasarkan ACF dan PACF pada gambar 3 dan gambar 4, maka data diestimasi memiliki model AR (0, 0, 1).

·      Pemeriksaan Diagnosa
Ø Untuk model
Tabel 1 Pemeriksaan Model
Type          Coef      SE Coef       T          P
AR   1        0.6736      0.0530     12.71    0.000
Constant   32.8113      0.3541     92.67   0.000
Mean        100.516      1.085


Hipotesis:
H0: tidak signifikan
H1: signifikan
Keputusan : Tolak H0 karena P-value < α (0,000 < 0,05)
Kesimpulan: Model signifikan

Ø White Noise
      Tabel 2 Modified Box-Pierce (Ljung-Box)
Lag                  12     24     36     48
Chi-Square   13.6   19.5   26.9   32.9
DF                   10     22     34     46
P-Value        0.191  0.616  0.801  0.927

Hipotesis:
H0: white noise
H1: tidak white noise
Keputusan : Gagal tolak H0 karena semua P-value > α
Kesimpulan : model white noise




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

2 komentar:

Hel Hel Wardhani mengatakan...

mba....ini data nya mengenai apa yah?

aa mengatakan...

ada yang tau rumusnya sehingga tampil grafiknya seperti diatas?

Posting Komentar