Klasifikasi Model ARIMA

Kamis, 15 Desember 2011


Metode ARIMA dibagi kedalam tiga kelompok model  time series  linier, yaitu:  autoregressive  model  (AR),  moving average  model  (MA) dan model campuran yang memiliki karakteristik kedua model di atas yaitu autoregressive integrated moving average (ARIMA).

1.  Autoregressive Model (AR) 

Suatu persamaan linier dikatakan sebagai autoregressive model jika model tersebut menunjukkan Zt sebagai fungsi linier dari sejumlah Zt aktual kurun waktu sebelumnya bersama dengan kesalahan sekarang. Bentuk model ini dengan ordo p atau AR (p) atau model ARIMA (p,d,0) secara umum adalah:







Zt = μ’ + ϕ1Zt-1 + ϕ2Zt-2 + … + ϕpZt-p + et
Dimana:

Zt   = data time series sebagai variabel dependen pada waktu ke - t
Zt-p = data time series pada kurun waktu ke - (t- p)
 μ’  = suatu konstanta
ϕ p   = parameter autoregresif ke-p
et    = nilai kesalahan pada kurun waktu ke- t
2.  Moving Average Model (MA)
Berbeda dengan moving average model  yang menunjukkan Zt sebagai fungsi linier dari sejumlah Zt aktual kurun waktu sebelumnya, moving average model menunjukkan nilai Zt berdasarkan kombinasi kesalahan linier masa lalu (lag).  Bentuk model ini dengan ordo  q  atau MA  (q) atau model ARIMA (0,d,q) secara umum adalah:



Zt = μ’ + et - θ1et-1 – θ2et-2 - … - θq et-q
Dimana:
Zt = data time series sebagai variabel dependen pada waktu ke - t
μ’ = suatu konstanta
θ1 sampai θq adalah parameter-parameter moving average
et-q = nilai kesalahan pada kurun waktu ke – (t - q)
Terlihat dari model bahwa Zt merupakan rata-rata tertimbang kesalahan sebanyak q periode lalu yang digunakan untuk moving average model. Jika pada suatu model digunakan dua kesalahan masa lalu maka dinamakan  moving average model tingkat 2 atau MA (2).
3.  Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)
Sebuah model time series digunakan berdasarkan asumsi bahwa data time series yang digunakan harus stasioner yang artinya rata-rata variasi dari data yang dimaksud konstan. Tapi hal ini tidak banyak ditemui dalam banyak data time series yang ada, mayoritas merupakan data yang tidak stasioner melainkan integrated. Data yang integrated ini harus mengalami proses random stasioner yang seringkali tak dapat dijelaskan dengan baik oleh autoregressive model saja atau moving  average  model  saja  dikarenakan proses tersebut mengandung keduanya. Oleh karena itu campuran kedua model yang disebut autoregressive integrated moving average  (ARIMA) menjadi lebih efektif menjelaskan proses itu. Pada model campuran ini series stasioner merupakan fungsi linier dari nilai lampau beserta nilai sekarang dan kesalahan lampaunya. Bentuk umum model ini adalah:

Zt = μ’ + ϕ1Zt-1 + ϕ2Zt-2 + … + ϕpZt-p + et - θ1et-1 – θ2et-2 - … - θq et-q

Dimana:
Zt                = data time series sebagai variabel dependen pada waktu ke - t
Zt-p                   = data time series pada kurun waktu ke -(t- p)
φ1 φp θ1 θq  = parameter-parameter model
et-q                  = nilai kesalahan pada kurun waktu ke – (t - q)
Proses  autoregressive integrated  moving average  secara umum dilambangkan dengan ARIMA (p,d,q), dimana:
p menunjukkan ordo/derajat autoregressive (AR)
d adalah tingkat proses differencing
q menunjukkan ordo/derajat moving average (MA)







Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar